Search This Blog

Cerita - Uang Suap

sebentar lagi masuk kuliah, karena terburu-buru A tidak memakai helm

A : ayo cepetan, bentar lagi telat nih !
B : Lu yang lama, gw nungguin dari tadi !


 Ketika di perempatan rawamangun, A melihat kanan kiri. Sementara B deg-degan takut kena tilang polisi
A : Mudah-mudahan aja ga ada polisi
Tiba-tiba, PRIIITTT PRIIITT !

Polisi : Stop ! bisa lihat surat-suratnya mas ? sudah tahu kesalahannya ?
B      : Iya pak maaf, tadi buru-buru sih jadi lupa
Polisi : Mas kami tilang
A      : Udah damai aja damai
Polisi : Astagfirullah

Karena cuaca panas, Pak polisi mengajak mereka duduk dan minum es sebentar

Polisi : Gaji saya memang tidak terlalu besar, tapi Alhamdulillah, Allah mencukupkan kebutuhan keluarga saya. Memang ada teman yang gelap mata, mamakan uang damai, uang suap, uang keamanan. Tapi ada juga yang tegas menolak, kami sadar uang panas, ujung-ujungnya membaka. Membakar kehormatan kami, anak-anak kami dan akhirnya membakar diri kami. Jaman rasul menggelapkan sepotong baju atau jarum saja bisa masuk neraka, apalagi uang suap berkali-kali. saya juga takut suatu ketika terbawa arus, saya ingin mengundurkan diri. Tapi di Indonesia ini bagian mana yang benar-benar bersih. Jadi saya bertekad untuk bertahan dan berladang kebajikan. Disini mungkin golongan seperti kami tidak terlihat masyarakat. Tapi ALLAH MAHA MELIHAT
B      : Huuuaaa….Pak kami rindu sosok polisi seperti bapak. Alhamdulillah masih ada polisi baik
A      : Tilang saya pak ditilang 100 pun saya ikhlas
Polisi : Loh ???

Rasulullah bersabda : Barang siapa yang kami angkat di antara kamu memangku suatu jabatan, lalu disembunyikannya terhadap kami sebuah jarum atau yang lebih kecil dari itu, maka perbuatannya itu adalah penggelapan. Dia akan datang pada hari kiamat membawa barang yang digelapkanya itu (H.R Muslim)