1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih
banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan,
lebih tidak tergantung pada siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan
kehadirannya.
2. Ayah membiarkan kamu menang dalam
permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu
membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.